Dibuat oleh : Iqbal Dhikri Ramadhani
A. Narkoba.
Apakah narkoba itu?
Narkoba adalah singkatan dari narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainya/obat berbahaya yang ketika dimasukan kedalam tubuh manusia, baik dengan cara dihirup ataupun di suntikan, dapat merubah pikiran,suasana hati, atau perasaan dan perilaku seseorang.
WHO mendefisikan narkoba seagai "semua zat kecuali makanan, air dan oksigen yang jika dimasukan ke dalam tubuh dapat mengubah fungsi tubuh secara fisik atau psikologis"
Apakah narkotika itu?
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mangurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan menimbulkan ketergantungan.
Apa itu psikotropika ?
Psikotoprika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif malalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan lhas pada aktifitas mental dan perilaku.
Apakah zat adiktif lainnya/obat berbahaya?
Adalah bahan lain dan obat bukan narkotika atau psikotropika yang penggunaannya dapat menimbulkan ketergantungan. Yakni keinginan menggunakan kembali secara terus menerus. Apabila dihentikan akan muncul efek putus zat, diantaranya rasa sakit dan rasa lelah yang luar biasa.
Bagaimana cara obat masuk kedalam tubuh?
Ditelan : dimasukan melewati mulut obat akan meluncur langsung ke pusat usus besar dan diserap ke dalam aliran darah di dalam pencernaan.
Disedot gasnya : seperti penggunaan lem, gas yang mengandung zat memabukan itu menembus aliran darah yang ada di rongga hidung.
Dihisap : seperti merokok, zat atau asap akan masuk ke dalam kantung kantung udara di paru paru dan diserap oleh pembuluh pembuluh rambut (kapiler) le dalam aliran darah.
Dioleskan di atas kulit : merusak melalui pori - pori kulit ke dalam pembuluh darah rambut dan akhirnya ke aliran darah.
Disuntikkan : dimasukan ke dalam tubuh dengan cara melukai bagian tubuh dengan jarum untuk mencapai aliran darah.
B. Bahaya penyalahgunaan narkoba
1. Bahaya terhadap fisik.
Akan menimbulkan ketergantungan pada obat obatan.
Mengganggu mental.
Mengganggu kesehatan.
Cenderung menjadi pelaku kejahatan.
Mengakibatkan kematian.
Memupus imtaq.
2. Kerusakan fungsi sistem syaraf pusat (otak)
3. Terjadi infeksi akut otot jantung, dan gangguan peredaran darah
4. Menggunakan jarum suntik sscara sembarangan rentan terhadap pemyakit.
5. Gamgguan pada paru paru, sukar bernafas, dan penyakit paru paru lainnya.
6. Susah buang air besar karena kinerja saluran cerna pada lambung, usus besar terganggu
Sumber :Sudrajat Wihardihardja dan Syarifudin. 2017. Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan. Pusat kurikulum dan perbukuan, Balitbang, Kamendikbud.
Rabu, 01 Mei 2019
MENGIDENTIFIKASI KOMPONEN PENTING DALAM PUISI
MENGIDENTIFIKASI KOMPONEN PENTING DALAM PUISI ditulis: muhammad holili
Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra yang banyak disukai karena disajikan dalam bahasa yang indah dan sifatnya yang imajinatif. Pesan yang ingin oleh penyiar dirangkai dengan kata-kata yang indah, yang berbeda dengan bahasa sehari-hari, bahkan juga berbeda dengan bahasa karya sastra lainya, seperti drama atau prosa.
Makna puisi menjadi hal penting bagi pembaca. Seindah apa rangkaian kata-kata yang dibuat oleh seseorang, menjadi tidak berarti makna atau pesan yang disampaikan di dalamnya.
Puisi merupakan ungkapan seseorang yang terjadi pada dirinya. Dan dia membawakan puisi agar lebih bagus dia harus menghayatinya
Sumber: Suherli, Maman Suryaman, Aji Septiaji, Istiqomah.2016. Bahasa indonesia pusat kurikulum dan perbukuan, Balibitang, kemdikbud
Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra yang banyak disukai karena disajikan dalam bahasa yang indah dan sifatnya yang imajinatif. Pesan yang ingin oleh penyiar dirangkai dengan kata-kata yang indah, yang berbeda dengan bahasa sehari-hari, bahkan juga berbeda dengan bahasa karya sastra lainya, seperti drama atau prosa.
Makna puisi menjadi hal penting bagi pembaca. Seindah apa rangkaian kata-kata yang dibuat oleh seseorang, menjadi tidak berarti makna atau pesan yang disampaikan di dalamnya.
Puisi merupakan ungkapan seseorang yang terjadi pada dirinya. Dan dia membawakan puisi agar lebih bagus dia harus menghayatinya
Sumber: Suherli, Maman Suryaman, Aji Septiaji, Istiqomah.2016. Bahasa indonesia pusat kurikulum dan perbukuan, Balibitang, kemdikbud
Taj Mahal (English teks )
Taj Mahal
By : Muh. Rifqi Maulana
Taj Mahal, an epitome of love, is actually a mausoleum. Standing majestically on the banks of River Yamuna, The Taj Mahal is synonimous to love and romance. Taj Mahal was constructed by Mughal Emperor Shah Jahan in the memory of his beloved wife and queen. The name "Taj Mahal" was derived from the name of Shah Jahan's wife, Mumtaz Mahal, wich means crown of palaces.
Taj Mahal represents the finest architectural and artistic achievement. The mausoleum was constructed of pure white marble. The white marble is inlaid with semi-precious stones that from the intricate designs. Its central dome reaches a height of 240 feet( 73 meters). The dome is surronded by for smaller domes. Four slender towers, or minarets, stand at the corners. Inside the mausoleum, an octagonal marble chamber adorned with carvings and semi-precious stones house the false tomb of Mumtaz Mahal. Her actual remains lie below, at garden level.
Taj Mahal shows shades of magnificent beauty at different time during the day. At dawn when the first rays of the sun hits the dome of this epic monument, it radiates like a heavenly pinkish palace. At daytime, when the sky is bright and clear, the Taj looks milky white. At a moonlit night when the full moon rays fall on the glistening white marble, the cool moon rays fall on the glistening white marble and give the Taj Mahal a tinge of blue color. It's simply breathtaking! With such beauty, no wonder that Taj Mahal becomes one of the Seven Wonders Of The World.
Sumber: Utami Widiyati, Zuliati rohmah dan Furaidah.2017.Bahasa Inggris .Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
By : Muh. Rifqi Maulana
Taj Mahal, an epitome of love, is actually a mausoleum. Standing majestically on the banks of River Yamuna, The Taj Mahal is synonimous to love and romance. Taj Mahal was constructed by Mughal Emperor Shah Jahan in the memory of his beloved wife and queen. The name "Taj Mahal" was derived from the name of Shah Jahan's wife, Mumtaz Mahal, wich means crown of palaces.
Taj Mahal represents the finest architectural and artistic achievement. The mausoleum was constructed of pure white marble. The white marble is inlaid with semi-precious stones that from the intricate designs. Its central dome reaches a height of 240 feet( 73 meters). The dome is surronded by for smaller domes. Four slender towers, or minarets, stand at the corners. Inside the mausoleum, an octagonal marble chamber adorned with carvings and semi-precious stones house the false tomb of Mumtaz Mahal. Her actual remains lie below, at garden level.
Taj Mahal shows shades of magnificent beauty at different time during the day. At dawn when the first rays of the sun hits the dome of this epic monument, it radiates like a heavenly pinkish palace. At daytime, when the sky is bright and clear, the Taj looks milky white. At a moonlit night when the full moon rays fall on the glistening white marble, the cool moon rays fall on the glistening white marble and give the Taj Mahal a tinge of blue color. It's simply breathtaking! With such beauty, no wonder that Taj Mahal becomes one of the Seven Wonders Of The World.
Sumber: Utami Widiyati, Zuliati rohmah dan Furaidah.2017.Bahasa Inggris .Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
MENCARI KEADILAN
MENCARI KEADILAN
ditulis: muhammad holili
Pada zaman dahulu, seekor tupai tinggal dalam rongga batang pohon untuk jangka waktu yang lama. Ia sangat menyenangi tempat tiggalnya
Pada suatu hari, ia meninggalkan sarangnya untuk mencari makanan dan menemukan sebatang pohon kelapa
"Kelapa adalah makanan kesukaanku" katanya. Segera ia memanjat pohon kelapa itu dan mulai menyantap buahnya. Tupai kecil itu sangat sayang untuk meniggalkan buah kelapa di pohonnya selama beberapa hari.
Akhirnya buah-buah kelapa itu habis semuanya. "Baiklah aku pulang sekarang," ia berpikir, "aku sudah lama meninggalkan sarangku."
Namun, ketika tupai pergi, seekor tikus kecil dengan kecita telah menempati sarangnya dalam rongga kayu tersebut. Ketika sang tupai kembali ia sangat kaget menemukan tikus menempati rumahnya. "Apa yang kamu lakukan di sarangku?" Tupai bertanya dengan marah.
"Apa maksudmu mengatakan sarangmu?" Jawab si tikus." Tempat ini kosong ketika aku datang."
"Aku pergi untuk tinggal pada sebatang pohon kelapa untuk sementara. Sekarang lebih baik keluar sebelum aku benar-benar marah," teriak si tupai. "Aku tak peduli apakah kamu marah atu tidak. Aku tak kan meninggalkan sarangku ini,." Kata si tikus kecil.
Mendengar pertengkaran antara tupai dan tikus kecil itu, semua binatang berkumpul mengelilinginya.
"Sudahlah, kalian jangan ribut-ribut begini." Kata menjangan
"Lalu apa yang harus kami lakukan?."
"Mengapa kalian tidak menyuruh seorang hakim untuk memutuskan siapa yang berhak atas sarng ini?" Kata sang menjangan
"Itu gagasan yang baik," kata si tupai dan si tikus bersamaan.
Lalu mereka berdua mencari seorang hakim yang adil kemana-mana.
Akhirnya mereka berpapasan dengan seekor kucing.
Ia kelihatannya sangat tua dan terpelajar. "Bagiku ia tampaknya seperti seekor kucing yang bijaksana. Ayo kita minta padanya untuk menyelesaikan pertengkaran kita," kata sang tupai.
"Ah jangan!" Teriak si tikus, "kucing ini dapat membunuh kita."
Si kucing mendengar apa yang dibicarakan si tupai dan si tikus. Disini kesempatanku makan besar," pikirnya. Cepat-cepat ia menutup matanya berpura-pura membaca berdoa.
"Menurutku kucing ini tampaknya kucing suci," kata sang tupai, "aku tak yakin ia akan menyakiti kita.
"Ya!" Kata si tikus, "lihatlah khusyuknya ia berdoa."
"Mohon maaf tuan," kata tikus dan tupai bersama-sama.
"Sudikah tuan menyelesaikan pertengkaran kami?"
Si kucing tua membuka matanya dan berkata, "ya, kebijakan membantuku untuk memutuskan siapa yang benar dan siapa yang salh ceritakan apa masalah kalian berdua."
Lalu si tupai dan si tikus mulai memberitahukan sang kucing apa yang terjadi. "Aku sangat tua," kata kucing yang licik itu. "Aku tak dapat mendengar dengan jelas. Dapatkah kalian sedikit lebih mendekat. Si tupai dan si kucing mendekati si kucing.
"Aku masih belum dapat mendengar apapun," kata sang kucing. "Cobalah lebih mendekat lagi." Tupai dan tikus yang dungu itu bergerak lebih mendekat lagi pada sang kucing dab sebelum menyadari apa yang terjadi, saat kucing menerkamnya dengan cakar dan segera menyabtapnya itulah akibat suka bertengkar, keduanya sama-sama celaka
Sumbe: MB. Rahimsyah, Syam, Irsyadul Anam. Kumpulan dongeng binatang. Mitra cendika
ditulis: muhammad holili
Pada zaman dahulu, seekor tupai tinggal dalam rongga batang pohon untuk jangka waktu yang lama. Ia sangat menyenangi tempat tiggalnya
Pada suatu hari, ia meninggalkan sarangnya untuk mencari makanan dan menemukan sebatang pohon kelapa
"Kelapa adalah makanan kesukaanku" katanya. Segera ia memanjat pohon kelapa itu dan mulai menyantap buahnya. Tupai kecil itu sangat sayang untuk meniggalkan buah kelapa di pohonnya selama beberapa hari.
Akhirnya buah-buah kelapa itu habis semuanya. "Baiklah aku pulang sekarang," ia berpikir, "aku sudah lama meninggalkan sarangku."
Namun, ketika tupai pergi, seekor tikus kecil dengan kecita telah menempati sarangnya dalam rongga kayu tersebut. Ketika sang tupai kembali ia sangat kaget menemukan tikus menempati rumahnya. "Apa yang kamu lakukan di sarangku?" Tupai bertanya dengan marah.
"Apa maksudmu mengatakan sarangmu?" Jawab si tikus." Tempat ini kosong ketika aku datang."
"Aku pergi untuk tinggal pada sebatang pohon kelapa untuk sementara. Sekarang lebih baik keluar sebelum aku benar-benar marah," teriak si tupai. "Aku tak peduli apakah kamu marah atu tidak. Aku tak kan meninggalkan sarangku ini,." Kata si tikus kecil.
Mendengar pertengkaran antara tupai dan tikus kecil itu, semua binatang berkumpul mengelilinginya.
"Sudahlah, kalian jangan ribut-ribut begini." Kata menjangan
"Lalu apa yang harus kami lakukan?."
"Mengapa kalian tidak menyuruh seorang hakim untuk memutuskan siapa yang berhak atas sarng ini?" Kata sang menjangan
"Itu gagasan yang baik," kata si tupai dan si tikus bersamaan.
Lalu mereka berdua mencari seorang hakim yang adil kemana-mana.
Akhirnya mereka berpapasan dengan seekor kucing.
Ia kelihatannya sangat tua dan terpelajar. "Bagiku ia tampaknya seperti seekor kucing yang bijaksana. Ayo kita minta padanya untuk menyelesaikan pertengkaran kita," kata sang tupai.
"Ah jangan!" Teriak si tikus, "kucing ini dapat membunuh kita."
Si kucing mendengar apa yang dibicarakan si tupai dan si tikus. Disini kesempatanku makan besar," pikirnya. Cepat-cepat ia menutup matanya berpura-pura membaca berdoa.
"Menurutku kucing ini tampaknya kucing suci," kata sang tupai, "aku tak yakin ia akan menyakiti kita.
"Ya!" Kata si tikus, "lihatlah khusyuknya ia berdoa."
"Mohon maaf tuan," kata tikus dan tupai bersama-sama.
"Sudikah tuan menyelesaikan pertengkaran kami?"
Si kucing tua membuka matanya dan berkata, "ya, kebijakan membantuku untuk memutuskan siapa yang benar dan siapa yang salh ceritakan apa masalah kalian berdua."
Lalu si tupai dan si tikus mulai memberitahukan sang kucing apa yang terjadi. "Aku sangat tua," kata kucing yang licik itu. "Aku tak dapat mendengar dengan jelas. Dapatkah kalian sedikit lebih mendekat. Si tupai dan si kucing mendekati si kucing.
"Aku masih belum dapat mendengar apapun," kata sang kucing. "Cobalah lebih mendekat lagi." Tupai dan tikus yang dungu itu bergerak lebih mendekat lagi pada sang kucing dab sebelum menyadari apa yang terjadi, saat kucing menerkamnya dengan cakar dan segera menyabtapnya itulah akibat suka bertengkar, keduanya sama-sama celaka
Sumbe: MB. Rahimsyah, Syam, Irsyadul Anam. Kumpulan dongeng binatang. Mitra cendika
Langganan:
Postingan (Atom)