Selasa, 23 April 2019

Tari nusantara

             TARI NUSANTARA
         Oleh: M. Rifqi Maulana

Tari Nusantara adalah tarian daerah yang terdapat di seluruh Indonesia. Tari nusantara juga dapat berupa tarian kreasi baru yang memperlihatkan ciri khas daerah asalnya.

Konsep tari di bedakan menjadi dua, yaitu konsep timur dan konsep barat. Tari nusantara termasuk dalam konsep timur karena memiliki gerakan yang rumit. Kerumitan terletak pada koordinasi antara gerak bagian berikut.
1. Tangan
Nama gerakannya yaitu, tekuk siku, lekung lengkung, ukel utuh dan ukel jugag
2. Kaki
Nama gerakannya yaitu, kengser, trisig, tayungan, tranjalan, dan sirig
3. Badan
Nama gerakannya yaitu, ogek lambung, angsel, gilek untuk pundak, dan egol untuk panggul.

Selain gerak yang rumit, konsep kostum tari nusantara juga berkesan berat, rumit, dan gemerlap.

Setiap tarian nusantara memiliki keunikan dari gerak dan kostum dan setiap daerah memiliki ciri khas masing masing
1. Tarian khas Aceh.
Tarian Aceh terkenal dengan tari saman yang memilik gerak yang berhenti tiba-tiba lalu di ulangi dengan tempo yang semakin cepat.
2. Tarian khas Bali.
Tari Bali memiliki keunikan gerak mata sledet kanan dan kiri, serta angkatan tangan terbuka sejajar bahu serta kostum yang gemerlap dengan hiasan kepalanya.
3. Tarian khas Betawi.
Ciri khas tari Betawi adalah goyangan pinggulnya serta kostum dengan ruffle/rampel warna warni di bagian lengannya.
4. Tari Jawa Timuran.
Seperti tari reog ponorogo yang gerak berjalannya seringkali tidak seiring dengan musik, dan kostum kaos loreng merah putih.
5. Tari Kalimantan.
Memiliki ciri khas bulu burung enggang dan mandau.
6. Tari Jawa.
Memiliki ciri khas tarian yang lemah lembut dan kostum kain lereng.
7. Tari Papua.
Ciri khas tari Papua adalah kostumnya yang menggunakan rumpai rumpai dari daun dan hiasan kepala dari burung cendrawasih.

Jadi sebagai warga negara Indonesia kita harus senantiasa melestarikan Tari Nusantara dengan belajar tarian tarian tersebut atau memperkenalkannya kepada warga negara lain dan lain sebagainnya.






Sumber:Sugianto, T. Agustin, Prabo Harjanti, sapto sayoga @2016. Seni budaya . Erlangga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar